FUMIGATION, PEST CONTROL, TERMITE CONTROL, CONTRACTOR, AND GENERAL TRADE

ISPM#15

ispm15

STANDART KARANTINA TUMBUHAN UNTUK KEMASAN KAYU ISPM#15

  1. Disahkan oleh FAO pada bulan Maret 2002.
  2. Memuat ketentuan tentang cara-cara perlakuan dan pelabelan/serfikasi untuk kemasan kayu (wood packaging) yang dipergunakan dalam perdagangan Internasional.
  3. Banyak Negara akan menerapkan standar ini secara efektif pada tahun 2005.
  4. Sangat berpengaruh terhadap kelancaran ekspor Indonesia, oleh karena itu perlu difahami dan di antisipasi pernerapannya oleh instansi terkait dan pelaku bisnis Indonesia.

 

Latar Belakang Pengaturan

  1. Kemasan kayu biasanya menggunakan kayu mentah yang rendah mutunya sehingga sangat beresiko menjadi media penyebaran OPTK (wood barers, nematode, fungi).
  2. Sering digunakan secara berulang-ulang (re-cycled), sehingga tidak jelas lagi alasannya
  3. Mencegah timbulnya pengaturan secara sepihak yang justru dapat mengakibatkan hambatan yang serius terhadap kelancaran perdagangan Internasional
  4. Pengganti dari system konvensional.
  5. Fasilitas perdagangan Internasional.

 

Yang Tergolong Sebagai Kemasan Kayu

Pallet, penganjal (dunnage), peti kayu (crating), tangf kayu (drum), penyangga (skid), dan lain sebagainya yang terbuat dari kayu mentah (belum di olah).

Dikecualikan dari ketentuan yang berlaku dalam standar ini adalah kemasan yang terbuat dari kayu yang telah diolah, yaitu ; kayu lapis (plywood), particle board, veneer, veneer, sekam kayu (saw dust), sampah ketaman kayu (shavings), dan lembaran kayu tipis yang ketebalannya <6 mm

Kayu Bahan Baku Kemasan Harus Memenuhi Kriteria :

  1. Bebas dari kayu diserut empat sisi.
  2. Bersih dari tanah atau kotoran hewan.
  3. Tidak berjamur / bahan baku kering maksimum MC 20%.
  4. Tidak keropos atau bebas dari lubang gerekan serangga (OPT) berdiameter lebih dari 3 milimeter.
  5. Berasal dari sumber yang jelas dan legal.

Perlakuan Untuk Kemasan kayu

  1. Pemanasan (heat treatment/HT)

Kemasan kayu harus diberi perlakuan dengan pemasanasn dalam suhu 56°C (care temperature) selama paling kurang 30 menit. KD (klin dryng) atau CPI (chemical preassure impregation) dapat dianggap sebagai pemanasan sejauh hal itu memenuhu standar HT.

Selain HT, kemasan akyu dapat juga diberi perlakuan dengan fumigasi Methyl Bromida (CH3Br) dengan dosis 48 gr/m3, temperature >21°C, selama 24 jam minimum konsentrasi gas 24 gr/ m3.

Selain perlakuan seperti di atas, kemasan kayu dapat juga dipersyaratkan tidak mengandung kulit (debarked).

  1. Pelabelan (marking)

Kemasan kayu yang telah diberi perlakuan harus diberi label dan tercantum huruf :

IPPC, XX-000, HT/MB DB

  1. Beberapa Negara (Australia dan New Zealand) menerima Sertifikat Fumigasi sebagai alternative label.
  1. Pelaksanaan pengemasan harus oleh producer of wood packaging (perusahaan pengemas) yang diregistrasi olh otoritas karantina tumbuhan setempat (Badan Karantina di Indonesia). Perusahaan pengemas yang telah diregistrasi akan diberi nomor registrasi khusus utnuk dicantumkan dalam label. Kepada perusahaan pengemas yang telah diregistrasi akan diberikan otorisasi untuk penggunaan label tersebut oleh Badan Karantina Pertanian. Perusahaan pengemas turut bertanggug jawab terhadap penyalahgunaan label.
  1. Badan Karantina Pertanian bertanggung jawab untuk memastikan bahwa ketentuan-ketentuan dalam standar ini dilaksanakan dalam kegiatan ekspor. Hal ini termasuk pengawasan sertifikasi dan pelabelan, pemeriksaan atas hasil pelakuan, registrasi dan akreditasi/audit dari para perusahaan pengemas.

(Para 5.1 ISPM#15 jis Pasal IV.1.a IPPC, Pasal 72 PP NO. 14/2001, SK Manten No. 01/2001, No. 99/2001, 354.1/2001).

  1. Ketentuan dalam standar ini dapat juga diterapkan atas komoditi transit.
  1. Tindakan yang dapat dilakukan ditempat pemasukan : perlakuan, dispasol, repacking atau penolakan komoditi.

 

SPESIFIKASI PERLAKUAN FUMIGASI TERHADAP KEMASAN KAYU (ISPM#15)

 

Kemasan kayu yang difumigasi dengan Methyl Bromida sesuaidengan spesifikasi BARANTAN adalah sebagai berikut :

Temperatur Dosis (g/ m3) Konsentrasi minimum Dosis (g/ m3)  (g/ m3) dalam waktu (CT):
2 Jam 4 Jam 12 Jam 24 Jam
21°C atau lebih 48 36 31 28 24
16°C atau lebih 56 42 36 32 28
11°C atau lebih 64 48 42 36 32

Keterangan :

Temperature minimum untuk pelaksanaan fumigasi tidak boleh lebih rendah dari 10°C dan waktu paparan (exposure time) tidak boleh kurang dari 24 jam

ID 0115 MB / AFASID 0115

October 2018
M T W T F S S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
PAGETOP
Copyright © PT. Triana Bhakti Indonesia All Rights Reserved.