• KLASIFIKASI

Rayap termasuk ke dalam Klas insekta (serangga) Ordo Isoptera (iso = sama; ptera = sayap).   Ordo serangga ini ditandai dengan bentuk sayap yang serupa baik ukuran maupun struktur antara sayap depan dengan sayap belakang.  Hingga saat ini di dunia telah berhasil diidentifikasi lebih dari 2500 jenis rayap.  Jenis tersebut diklasifikasikan  ke dalam tujuh famili,  15 sub-famili,  dan  200 genus.  Pembagian famili adalah  sebagai berikut; Famili Mastotermitidae; Kalotermitidae; Termopsidae ; Hodotermitidae ; Rhinotermitidae ; Serritermitidae ; dan famili Termitidae.

Klasifikasi rayap tersebut, terutama didasarkan pada perbedaan bentuk dan ukuran kepala, serta mandibel dari kasta prajurit.   Penggunaan kasta pekerja dan imago seringkali hanya bermanfaat untuk mengidentifikasi rayap sampai tingkat genus, penggunaannya sampai tingkat jenis  tidak cukup valid untuk digunakan mengingat terlalu banyaknya kesamaan bentuk antara kasta pekerja atau imago dari jenis rayap pada genus yang sama.

  • KOLONI RAYAP

Rayap dikenal sebagai serangga sosial, karena hidupnya yang berkelompok dalam satu koloni yang terdiri dari anggota-anggota koloni dengan bentuk dan fungsi yang berbeda atau dikenal sebagai kasta.

mac

Macroterme

cop

Coptotermes

crip

 

Criptotermes

1. Kasta Prajurit

Kasta prajurit dapat dengan mudah dikenali dari bentuk kepalanya yang besar dan mengalami penebalan yang nyata.   Pada beberapa jenis rayap seperti Macrotermes, Odontotermes, dan Microtermes, serta beberapa jenis rayap dari Rhinotermitidae, seperti Schedorhinotermes, seringkali dijumpai dengan ukuran kasta prajurit yang berbeda (polimorfisme), yaitu; prajurit berukuran besar (prajurit major); prajurit berukuran kecil (prajurit minor).

Peranan kasta prajurit adalah melindungi koloni terhadap gangguan dari luar, khususnya semut dan vertebrata predator.  Kasta prajurit mampu menyerang musuhnya dengan mandibel yang dapat menusuk, mengiris, dan menjepit.  Biasanya gigitan kasta prajurit pada tubuh musuhnya sukar dilepaskan sampai prajurit itu mati sekalipun.   Beberapa kasta pajurit dari golongan rayap tertentu menyerang musuhnya dengan cairan yang keluar dari bagian kepalanya.

2. Kasta Pekerja

Kasta pekerja merupakan anggota yang sangat penting dalam koloni rayap.  Tidak kurang dari 80-90% populasi dalam  koloni rayap merupakan individu-individu kasta pekerja.  Kasta pekerja umumnya berwarna pucat dengan kulit hanya sedikit mengalami penebalan sehingga tampak menyerupai nimfa.

Walaupun kasta pekerja tidak terlibat dalam proses perkembangbiakan koloni dan pertahanan, namun hampir semua tugas koloni dikerjakan oleh kasta ini.  Kasta pekerja bekerja terus tanpa henti, memelihara telur dan rayap muda, serta memindahkannya pada saat terancam ke tempat yang lebih aman.  Kasta pekerja bertugas memberi makan dan memelihara ratu, mencari sumber makanan, menumbuhkan jamur dan memeliharanya.  Kasta pekerja juga membuat serambi sarang, dan liang-liang kembara, merawatnya, merancang bentuk sarang, dan membangun termitarium.  Kasta pekerja pula yang memperbaiki sarang bila terjadi kerusakan.  Rayap inilah yang sering menghancurkan tanaman, kayu, mebel, dan bahanl berselulusa lainnya. Bahkan kadang-kadang mereka memakan rayap lain yang lemah sehingga hanya individu-individu yang kuat saja yang dipertahankan.  Semua ini merupakan mekanisme pengaturan keseimbangan kehidupan di dalam koloni rayap.

3.Kasta Reproduktif

Kasta reproduktif terdiri atas individu-individu seksual yaitu; betina (ratu) yang tugasnya bertelur dan jantan (raja) yang tugasnya membuahi betina.  Kasta ini dibedakan menjadi kasta reproduktif primer dan kasta reproduktif suplementer atau neoten. Kasta reproduktif primer terdiri atas serangga-serangga dewasa yang bersayap dan merupakan pendiri koloni. Neoten muncul segera setelah kasta reproduktif primer mati atau hilang karena fragmentasi koloni. Neoten dapat terbentuk beberapa kali dalam jumlah yang besar sesuai dengan perkembangan koloni.   Selanjutnya, neoten menggantikan fungsi kasta reproduktif primer untuk perkembangan koloni.

  • HABITAT

Berdasarkan  habitatnya, terdapat dua kelompok rayap penting yang banyak menyerang bangunan gedung, yaitu  kelompok rayap tanah (subterranean termite) dan rayap kayu kering (drywood termite).

Rayap tanah merupakan rayap yang paling banyak menyerang  bangunan gedung.  Kelompok rayap ini bersarang di dalam tanah tetapi mampu menjangkau objek-objek seranganya yang berada jauh di atas permukaan tanah. Dari pusat sarang di dalam tanah ke objek-objek serangan tersebut dihubungkan oleh saluran-saluran tanah yang disebut sebagai liang kembara sebagai jalan bagi rayap sekaligus sebagai tempat perlindungan. Oleh karena itu setiap serangan oleh rayap ini ditandai oleh adanya tanah liang kembara rayap.

Rayap kayu kering tidak bersarang di dalam tanah tertapi bersarang di dalam kayu-kayu kering.   Anggota koloninya jauh lebih sedikit  dibandingkan anggota koloni rayap tanah.   Serangan rayap ini ditandai dengan adanya serbuk-serbuk gerek berbentuk butiran halus di sekitar lokasi serangannya.